Uncategorized

KEIKUTSERTAAN MAHASISWA TEKNIK KIMIA DALAM KOMPETISI NASIONAL MIPA, PILMAPRES, DAN KDMI


Kompetisi Nasional yang diperuntukkan bagi mahasiswa saat ini sangatlah banyak, diantaranya Kompetisi Nasional MIPA, Pilmapres dan KDMI. Masing – masing dari kompetisi tersebut memiliki cakupan materi yang berbeda – beda, tetapi tetap memiliki tujuan yang sama yaitu mendorong munculnya mahasiswa yang memiliki keunggulan yang seimbang antara kecerdasan intelektual, emosional, kinestetis dan spiritual. Selain itu, pelaksanaan kompetisi ini berkaitan dengan konsep kampus merdeka yaitu bahwa pendidikan tinggi pada dasarnya tidak hanya menyediakan tenaga kerja tapi juga menciptakan calon intelektual yang mampu berpikir jernih, kritis dan mendasar untuk pengembangan ilmu. Kemerdekaan belajar mahasiswa menjadi inti dari pengembangan kualitas perguruan tinggi. Mahasiswa yang merdeka dalam belajar diharapkan mampu menyumbangkan keahlian mereka bagi masyarakat.

Kompetisi nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (KN MIPA) merupakan kompetisi matematika dan IPA yang merupakan ilmu dasar yang penting dan perlu dikuasai oleh masyarakat khususnya mahasiswa. Hanya saja saat ini, penguasaan matematika dan IPA masih sangat rendah terutama untuk tingkat dasar dan menengah. Oleh karena itu, dengan adanya kompetisi ini diharapkan dapat mendorong motivasi belajar di bidang MIPA sehingga dapat meningkatkan kemampuan akademik dan memperluas wawasan mahasiswa khususnya dibidang MIPA. Kompetisi ini juga memiliki tujuan khusus yaitu untuk mengapresiasi mahasiswa yang berprestasi di bidang MIPA. Ada 4 (empat) materi dalam kompetisi MIPA antara lain Matematika, Kimia, Fisika dan Biologi. Khusus untuk kompetisi MIPA terdapat 9 mahasiswa yang ikut serta dimana kesembilan mahasiswa tersebut terbagi menjadi 4 kelompok yaitu Sofia Paramita (20103021025), Andi Prasetiyo (20103021005), Ratmi Rahma sari (19103021022) dan Taufikkurohaman Setiaji (18103021030) yang mengikuti bidang matematika, lalu ada Dewi Indarwati (18103021012), Noor Laily Sebthiana Sari (19103021013) dan Khoirul Ibtiha (20103021022) yang ikut serta pada bidang kimia, Abdullah Latif (19103121001) yang mengikuti bidang Fisika serta yang terakhir Novika Aszyiamilatul Utami yang mengikuti bidang Biologi.

Pemilihan Mahasiswa berprestasi (Pilmapres) adalah suatu ajang kompetisi yang bertujuan memberi penghargaan kepada mahasiswa berprestasi atau mahasiswa unggul yang memiliki keseimbangan dalam keempat kecerdasan yaitu intelektual, emosional, kinestetis dan spiritual. Selain itu untuk menguatkan kesadaran kampus dalam memfasilitasi kreatifitas mahasiswa melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler. Bayu Prasetyo Aji (18103021012) merupakan mahasiswa teknik kimia yang mengikuti kegiatan Pilmapres, dimana pada tahun 2020, dia adalah ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan dan pada tahun 2021 ini, dia juga berhasil lolos dalam Pendanaan PKM Penelitian sehingga memenuhi kriteria untuk mengikuti kompetisi tersebut.

Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) adalah sebuah kompetisi berupaya secara utuh untuk membangun dan mengembangkan karakter serta kemampuan berpikir secara analitis dan kritis. Ada 6 (enam) unsur yang dibangun dan dikuatkan antara lain collaboration (kerjasama), creativity (kreatifitas), critical thinking (berpikir kritis), communication (komunikasi), citizenship (kewarganegaraan) dan character (karakter). Untuk kompetisi ini, ada 1 (satu) mahasiswa teknik kimia yang berhasil lolos untuk maju ke tahap wilayah LLDIKTI, yaitu Sekar Apriani (NIM : 19103021023)

Keikutsertaan mahasiswa jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim Semarang dalam beberapa kompetisi tersebut, mendapat dukungan penuh dari program studi dan fakultas seperti yg dijelaskan oleh Kepala jurusan teknik kimia Ibu Indah Hartati, ST, MT. “Pada dasarnya saya sebagai pengelola Program studi Teknik Kimia Unwahas sangat mendukung dengan semua kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa, terutama kegiatan yang bersifat kompetisi karena dapat meningkatkan kemampuan akademik mahasiswa. Khusus untuk tahun 2021 ini, saya sangat bangga karena ada 11 (sebelas) mahasiswa yang ikut serta dalam kompetisi tersebut dan dari kesebelas mahasiswa ada sekitar 9 (Sembilan) yang lolos untuk maju ke tingkat wilayah (LLDIKTI), ini merupakan hal yang sangat membanggakan bagi saya. Kedepan saya juga mengharapkan semoga prestasi ini akan terus meningkat” kata Hartati.

Ada 3 (tiga) tahap dalam kompetisi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yaitu tahap I penyeleksian tingkat Perguruan Tinggi, tahap II penyeleksian tingkat wilayah LLDIKTI dan tahap III merupakan penyeleksian tingkat nasional. Semua mahasiswa yang mengikuti kompetisi ini harus bersaing dan berusaha untuk bisa lolos pada setiap tahap. Pelaksanaannya dimulai pada bulan mei dan akan selesai sesuai jadwal masing – masing kompetisi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *